Langsung ke konten utama

Belajar nadhom alfiyah Ibnu Malik I Bait 1-16

Komentar

Postingan populer dari blog ini

هذه القصيدة مصنوعة لتحقيق المشروع النهائي

    كلمة الإغواء معدل ضربات القلب يتوقف عن النبض  عندما ينحني وجهك الجميل على صدرك  أعتقد أن نفث أنفاسك  تسابقوا مع بعضهم البعض من أجل السلام ،  في حضن جسدي  يا للهول  هيا نلعب الكلمة  قل مرحبا قبل الفجر.  سأعد حبات العرق  تلك التي تسقط من أجسادنا  لقد عانقتني  أمسكت بك  ونحن واحد مع بعضنا البعض  مع مرور الوقت 

Terbayarnya Sebuah Nyawa

              Di suatu kamar ia termenung seorang diri, tatapannya menuju ke luar jendela dan pandangannya kosong. Setiap hari Bik Sumi selalu mengantarkan makanan dan menyiapkan segala keperluannya. Sejak kejadian tiga tahun silam sifatnya berubah drastis, sekarang ia menjadi lebih pendiam, bicara hanya seperlunya. Tak hanya itu, sifat psikologisnya pun juga ikut berubah. Siapa pun laki-laki yang mencoba mencaci atau berbuat kasar terhadapnya akan ia siksa dengan cara tak manusiawi. “Bik, saya keluar dulu. Kamu jaga rumah baik-baik ya.” Ujarnya kepada asisten rumah tangganya. Namanya Arindi, Janda 30 tahun yang ditinggal mati suaminya karena dibunuh sekelompok rampok masa itu. Sejak saat itu dalam dirinya tumbuh dendam kesumat dan ia berjanji akan membayar nyawa suaminya itu, meski ia belum tahu pasti siapa pelakunya. Namun karena bantuan teman-temannya dan beberapa orang pintar sedikit banyak telah ia temukan lokasi tempat tinggal dan identita...