Langsung ke konten utama

Belajar nadhom alfiyah Ibnu Malik I Bait 1-16

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terbayarnya Sebuah Nyawa

              Di suatu kamar ia termenung seorang diri, tatapannya menuju ke luar jendela dan pandangannya kosong. Setiap hari Bik Sumi selalu mengantarkan makanan dan menyiapkan segala keperluannya. Sejak kejadian tiga tahun silam sifatnya berubah drastis, sekarang ia menjadi lebih pendiam, bicara hanya seperlunya. Tak hanya itu, sifat psikologisnya pun juga ikut berubah. Siapa pun laki-laki yang mencoba mencaci atau berbuat kasar terhadapnya akan ia siksa dengan cara tak manusiawi. “Bik, saya keluar dulu. Kamu jaga rumah baik-baik ya.” Ujarnya kepada asisten rumah tangganya. Namanya Arindi, Janda 30 tahun yang ditinggal mati suaminya karena dibunuh sekelompok rampok masa itu. Sejak saat itu dalam dirinya tumbuh dendam kesumat dan ia berjanji akan membayar nyawa suaminya itu, meski ia belum tahu pasti siapa pelakunya. Namun karena bantuan teman-temannya dan beberapa orang pintar sedikit banyak telah ia temukan lokasi tempat tinggal dan identita...
PERAN PEMUDA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ETIKA DAN MORAL DI BANGSA INDONESIA  Disusun oleh: Lisa Silviani PROGRAM STUDI  BAHASA DAN SASRA ARAB FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG A. Pendahuluan   Pemuda  adalah golongan atau  orang-orang  yang masih berusia muda dimana usia pemuda tersebut berkisar mulai dari 15-30 tahun, pada siklus kehidupan manusia.  Fase ini berproses ke arah perkembangan dan perubahan-perubahan generasi muda dalam menghadapi tantangan dan cara untuk memberikan kontribusi,  serta  ide-ide kreatif untuk masa depan bangsa menuju kearah yang lebih baik. Generasi muda yang berkualitas dihasilkan dari adanya sistem pendidikan yang berkualitas,  akselerasi kemajuan bangsa tidak akan  mungkin terwujud  tanpa didukung oleh kemajuan di bidang pendidikan. Pendidikan merupakan  investasi jangka...

Kumpulan puisi Rey Candra

Puisi-puisi Riza Nurkhafid Khibbatulloh 12/08/2019olehFeni Efendi-158 views Terbit di Travesia.co.id / https://travesia.co.id/2019/12/08/puisi-puisi-riza-nurkhafid-khibbatulloh/  GERBANG MASA LALU Benteng keyakinan yang kubangun  hancur oleh egomu. Benih kesabaran yang kudapat dari Kiai Agung pun mati. Kini kau bagai anak tanpa dosa, berlarian, ketawa, berjingkrak ke sana ke sini tanpa sesal. Tidakkah kau rasa beban yang mengimpit pernapasanku setiap waktu? Sepanjang malam berkelana menyusuri ingatan masa lalu. di mana kau tanam biji janji pada bibirmu yang madu. yang ternyata tumbuh tanaman ilalang. Asap mengepul terbakar api emosi. Sekarang, di musim semi yang damai. Kau kembali datang, membuka gerbang masa lalu yang kututup rapat hingga berkarat. Akalku tak sampai menjengkal strategimu, kunci apa yang kau gunakan hingga gerbang yang tak kuingin terbuka Dan apakah hadirmu hari ini membawa tujuan yang sama ; menghancurkan bentengku lalu bersor...